Runtuhan | Sebab Aku Juga Pemabuk Bagi Diriku Sendiri ( A Syaifudin S)
Sebab tidak ada cara lain untuk menghibur dan memanjakan diri kecuali dengan cara mabuk.
jangan berpendapat bahwa sampeyan tidak pernah mabuk, sebab orang mabuk tidak pernah sadar bahwa dirinya sedang mabuk. Jangan melarang siapapun untuk tidak mabuk, sebab anak - anak, ibu - ibu, bapak - bapak, kakeh nenek tidak bisa dilarang untuk tidak mabuk saat naik bus atau pesawat perjalanan jauh, kecuali obat anti mabuk yang diminumnya manjur.
biasanya orang mabuk ditandai dengan kata "anti" anti ini itu yang kadang belum tahu dan belum melakukanya sudah di klaim buruk. Bahkan setiap ucapanya bisa menjadi fatwa dan selalu di anggapnya benar. Sepertihalnya Undang - Undang yang dibuatnya sendiri, melahirkan ayat - ayat yang suci sepertihalnya "Ayat 1 Kalau tidak sesuai yang aku katakan salah", "Ayat 2 yang dilakukan tidak sesuai yang aku lakukan salah", pemabuk memang memiliki cara berfikir yang luas, meski kadang yang dipikir leluasanya sendiri.
Ternyata pemabuk tidak hanya orang - orang yang suka minum - minuman keras di diskotik sambil pegang paha waria yang dianggapnya wanita. Di atas kursi merah sana banyak pemabuk yang bahkan sudah lupa segalanya, termasuk cinta pada istrinya, rumahnya, hingga kamar tidurnya. Berserah diri kepadamu yang suka mabuk, maka teruskan dan lanjutkan dan menjadilah pemabuk semabuk - mabuknya selagi tidak melukai dan meresahkan sesama.
sebab aku juga pemabuk bagi diriku sendiri.
A. Syaifudin S
15.1.2020

