Banner Ad Space

PUISI | Kunang - Kunang di Keluarga ( A Syaifudin S)

Hasil gambar untuk wallpaper kunang - kunang

KUNANG - KUNANG di KELUARGA
Oleh   : A Syaifudin S
Untuk : Keluargaku

mak ! kau bilang aku anak pertamamu
lahir kala itu bapak melantunkan lafal adzan di telingaku
aku tak mendengarnya entah kenapa
hanya saja cerita dari mbah wedok dan mbah lanang
jauh lebih meyakinkan

pak ! kenapa bapak buat anak laki - laki?
padahal mak bilang kalau aku ini seharusnya perempuan
makanya masa kecilku main masak - masakan
menangis ditinggal pergi temannya saat lagi bermain riang

dan kenapa bapak memberikan nama yang begitu beratnya
sebuah pedang dan agama yang jadikan aku takut kalau tak bisa membawanya
nakal dikit kurung di kamar tidur, telat pulang di siram air kamar mandi
apakah masih mengingat itu?  yang tak setara dengan namaku
tapi aku senang sekali setelah itu pasti dikirim makanan dan dibelikan pakaian

mak bilang cita - citaku dulu guru ngaji
keluarga tertawa karena sebegitu rendahnya
mbah wedok pengen aku jadi pegawai negeri
mbah wedok satunya pengen banyak uangnya
mungkin hanya bapak yang tahu soal itu
sebab aku merasa bebas menginjak dewasa

mak, pak, mbah jangan doakan aku jadi orang sukses
apalagi orang yang beruang
itu bukan doa kadang juga tuntutan
yang kadang menuntuku agar aku bisa balik memberikan sesuatu

doakan saja aku bisa terus menyayangimu, mencintaimu
dengan cinta itu sendiri bukan hanya uang yang selalu diketahui
doakan saja tuhan selalu bersama orang - orang yang membutuhkan
tak perlu menjadi keluarga yang berlebihan minta ini itu tapi buat di pamerkan

mak ! aku sudah dewasa, kamu minta apa?
wanita? pasti iya, aku tahu itu sejak sd sampai smk engkau melarangku
sekarang tiap pulang selalu menceritakan anak orang sebelah
tidak sabar aja mau punya cucu, aku masih kerdil tak tahu dan tak mampu

kapan bisa makan bersama sekeluarga?
aku punya cerita  kancil nyuri timun dimakan harimau
bukankah itu cerita saat aku mau tidur di kamar mbah wedok?
suka sekali rasanya, diceritakan sesuatu kadang dibohongi juga

jangan makan sambil tidur nanti jadi ular
makanya di habiskan ayamnya nanti meninggal
nih ! mak masak sayur banyam pedas biar cepet gede
jangan hujan - hujanan pakai baju merah nanti di sambar petir yang rame

sekarang, aku ingin di gituin lagi
sambil bercada di ruang tamu
sambil rebutan remot tv
yang kadang sering ganti - ganti

ah sudah lama rasanya
sepanjang jalan cerita
yang selalu membekas
tak pernah terkelupas
seperti ceritamu dengan keluargamu
yang jauh lebih dari itu

2020
Posting Komentar