PUISI | Gelap Yang Bersinar ( A Syaifudin S)

GELAP YANG BERSINAR
Oleh : A. Syaifudin S.
suatu hari,
lampu - lampu mulai redup
listrik - listrik tak lagi mengalir
lilin - lilin mulai menunduk padam
obor - obor tak lagi bisa di nyalakan
minyak - minyak menguap
tanah - tanah tandus
suatu hari,
mata - mata terpejam
setiap harinya tidur
rumah - rumah tak lagi bisa dibuka
di kunci tanah - tanah yang tersisa
suatu hari,
batang korek menyala
dibawa orang - orang
yang engkau tanamkan cinta
bersama mantra - mantra
bercucuran lewat harumnya bunga
bersama lantunan doanya
suatu hari,
bisa saja sepi
tak ada apa - apa
karena tak ada yang peduli
hanya saja mata akan gempa
runtuh, banjir
berenang dalam penyesalan
dan lautan air mata
2019
