Banner Ad Space

Lingkungan Merupakan Aset Mewah, Anak-Anak Adalah Benih yang Tumbuh di Dalamnya Karya A Syaifudin S

 



Minggu, 22/8/2021


Salam untuk semuanya, kita sudah memasuki entah minggu keberapa. Tentu minggu masa kita saat kecil berbeda dengan minggu hari ini, atau hari yang akan datang. Tentu semua orang memiliki cerita masing-masing yang bisa ditertawakan sebagai perayaan tanda kebahagiaan. Selain menonton TV yang mungkin sekarang sudah lagi bukan zamannya, atau bermain dengan kerabat dekatmu kala itu, semua adalah cara terbaik bagi diri kita sendiri terhadap hari yang selalu ditunggu-tunggu bagi seorang pembelajar  yang mungkin bosan karena hari senin sampai sabtu adalah hari aktif yang dipenuhi oleh tumpukan pekerjaan rumah dan tugas-tugas lainnya.

Lantas hari minggu adalah hari apa untuk kita? untukmu? untuknya? tidak ada paksaan untuk menjawab dan menentukan pilihannya. Karena yang terpenting hari minggu adalah tempat di mana engkau harus tersenyum dan tertawa meski terbolak-balikkan oleh keadaan.

Aku adalah seorang pembelajar, melihat orang tertawa dan tersenyum adalah pelajaran paling rumit, tapi kasih sayang terhadap semuanya merupakan materi yang diajarkan sebagai pembuka dari segala materi-materi lainnya. Sungguh aku diberikan ruang yang menerima segala perabot, ia adalah Tengah Belajar, di sana aku belajar banyak hal, pemikiran-pemikiran yang tumbuh didasari rasa ingin tahu, mencoba mendifinisikan  "apa yang tidak bisa diambil baiknya?" terkadang aku mulai sadar bisa jadi yang tidak baik adalah definisi kita terhadap orang lain. 

Sebagai pembuka sepertinya itu cukup,  untuk hari ini aku akan menceritakan kepadamu tentang anak-anak yang masih lugu. Bagi seorang anak, jam karet yang sering kita jumpai tak berlaku. Itu terbukti setiap kakak-kakak Tengah Belajar mengadakan kegiatan pembelajaran, anak-anak pasti datang 30 menit atau bahkan 1 jam sebelum waktunya dimulai. Bagiku anak-anak bisa menjadi guru terbaik bagi orang dewasa yang sering mempermainkan waktu. Pukul 10.00 WIB kami merencanakan untuk jalan-jalan dan bersih-bersih sekaligus belajar menanam biji bunga matahari di tempat Wisata Sumber Gentong Desa Tirtomoyo. Tak disangka jam 09.00 WIB anak-anak sudah mendatangi rumah singgah Tengah Belajar untuk mengikuti acara tersebut, dan itu sungguh menjadi tamparan bagi orang dewasa yang memegang teguh Jam Karet. 

Tawa dan rasa senang seorang anak tidak bisa dibeli dengan lembaran uang, ia tahu ia tidak membutuhkan hal itu, ia adalah anak polos yang mengajak kakak-kakak bermain dengannya. Menciptakan tali kasih sayang, perasaan yang saling berpegang dengan senyum sapaan yang seakan-akan melelehkan hati yang membatu ini.

Akhirnya waktunya tiba, kami berjalan kaki ke tempat wisata tersebut, kakak pendamping yang memiliki sentuhan kabaikan kepada anak-anak. Memegangi tangannya, memeluk punggungnya, dan mengajak bicara dengan nada lembut. Ia adalah malaikat pengasuh, sebagai seorang pamomong yang mencoba mendoakan anak-anak tumbuh menjadi tunas yang besar di manapun yang diselimuti oleh cinta dan kasih sayang.

Berbarislah anak-anak di pinggiran kolam Sumber Gentong tempat pemandian para bidadari-bidadari desa, pasti bagi seorang anak ia akan lebih suka jika berwisata dibandingkan belajar. Dan itu memang benar adanya, anak-anak ingin segera renang, bermain, lari-larian selayaknya ketika engkau masih kecil. Yah namanya seorang anak, semua itu bisa di maklumi dengan sentuhan kelembutan agar anak-anak tetap mau belajar sesuai rencana yang sudah dijadwalkan. Akhirnya semuanya memulai memungut sampah yang ada diarea tempat wisata Sumber Gendong sebagai bentuk pelajaran bagi anak-anak sendiri sekaligus sebagai sentuhan kemanusiaan terhadap wisatawan agar bisa menjadi seorang murid dari anak-anak yang memiliki jiwa besar tersebut.

Meski itu hal yang tidak sewajarnya anak-anak mau, tapi anak-anak sangat senang dan memungut banyak sampah yang berserakan. Selain itu di sela-sela memungut sampah kakak-kakak juga menyisipkan edukasi tentang kebersihan dan menjaga lingkungan yang merupakan aset mewah untuk generasi yang akan datang. Pelajaran ini berjalan larut hingga selesai.

Setelah selesai, kami juga memberikan edukasi tentang menanam benih bunga matahari, disela-sela itu kami juga mencoba menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap anak-anak tentang tumbuh-tumbuhan yang melakukan pertumbuhan, berbunga, melakukan fotosintesis dan lain-lainnya. Tentu  nilai pembelajaran secara teori kami juga memberikan dengan langsung mempratikkan agar seorang anak bisa tahu apa yang sedang dilakukan dan dipelajari.

Setelah itu untuk mengakhiri semua kegiatan kami melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus doa yang mungkin kelak bisa kita lihat dan bisa mengingatkan perjalanan saat itu sedang melakukan apa saja.

Selamat belajar :)

Posting Komentar