Banner Ad Space

PUISI | Rintik Hujan (A Syaifudin S)

Hasil gambar untuk wallpaper hujan
RINTIK HUJAN
Oleh : A. Syaifudin S.

Tetesan air kemarin, membekas disepanjang jalan
Bukan membekas di lekukan kelopak mata karena kesedian
Tetesan butirnya, membasahi pejalan kaki kearah perdesaan
Bukan basahi kenangan lewan tangisan
Panas hari kemarin, membekas  seakan menjadi 
dingin karena embun yang tercipta dari air hujan
Bukan panas emosi melanda 
dipupuk oleh air mata yang hilang
Rintikan hujan  kemarin, membawakan kebahagiaan 
lewat pelangi yang berserakan
Bukan membawakan air  mata yang bercucuran

Tulungagung, 17 Oktober 2017

Posting Komentar